Otobiografinya Bikin Marah Ultras, Icardi Bisa Kehilangan Ban Kapten Inter

Share this:

MILAN – Mauro Icardi terancam dicopot dari posisi kapten tim Inter Milan. Striker asal Argentina itu bisa saja kehilangan ban kapten gara-gara buku otobiografinya.

Icardi sudah membuat fans ultras Curva Nord Inter marah. Ultras Inter tak terima dengan cerita Icardi dalam buku otobiografinya yang dirilis pada pekan lalu.

Dalam buku otobiografi tersebut, Icardi menceritakan bagaimana setelah Inter dikalahkan Sassuolo 1-3 pada 2015, dia mendatangi fans dan mengajak mereka bicara. Icardi kemudian menceritakan bagaimana ia dianggap pahlawan di kalangan rekan-rekan setimnya berkat tindakannya itu.

Mengetahui penuturan tersebut, ultras berang. Mereka tidak terima seolah-olah dijadikan tokoh antagonis dan pengancam dalam penuturan Icardi. Dengan lantang, mereka menyebut Icardi sudah habis.

“Icardi, menurut kami semua, kamu sudah habis,” demikian isi pernyataan Curva Nord di situs resmi mereka.

“Kami betul-betul terkejut. Buku itu konyol dan terkait insiden tersebut, yang ada hanyalah kebohongan.”

“Yang kami minta hanyalah kejujuran dan kerja keras, sementara dia malah menggambarkan kami sebagai para pengancam, jelas ada yang salah di kepalanya. Orang sepertinya tidak pantas mengemban ban kapten.”

Icardi pun memberikan balasan. Dia meminta maaf dan mengatakan, apa yang ditulis di buku otobiografinya itu hanyalah untuk menggambarkan panasnya suasana hatinya ketika itu, bukan saat ini.

Dear Curva Nord, saya juga sama terkejutnya dan kecewanya,” tulis Icardi seperti dilansir Football Italia.

“Saya terkejut karena saya hanya menunjukkan fakta bahwa saya lepas kendali pada situasi yang sedang panas, ditambah adrenalin pertandingan saat itu, juga masa-masa buruk yang tengah dilalui tim.”

“Saya hanya ingin menyimpulkan atmosfer dari insiden waktu itu. Betul bahwa saya melebih-lebihkan beberapa frase dalam tulisan tersebut,” kata Icardi.

Lebih lanjut lagi, Icardi mengaku bangga bisa mengenakan ban kapten. Selain itu, dia juga mengatakan bahwa para pendukung Inter selalu ada di hatinya.

“Ban kapten adalah perwujudan mimpi masa kecil saya. Kebahagiaan yang mewakili keluarga saya dan juga saya sendiri.”

“Kalian semualah (para suporter) yang saya cari tiap kali saya mencetak gol. Pelukan kalianlah yang saya cari, sebab saya mencintai Inter,” kata striker asal Argentina ini.

Icardi juga meminta maaf secara pribadi melalui akun Instagram-nya. Meski begitu, pihak Inter memastikan mereka akan tetap mengambil tindakan terkait hal ini.

“Apakah kami akan bertindak? Sayangnya iya. Fans adalah elemen paling penting. Mereka mendampingi kami dan kita semua harus menghormati mereka,” ucap Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, kepada Mediaset Premium.

“Kami tidak bisa menerima perilaku ini dari seseorang yang bekerja untuk klub kami. Setelah pertandingan ini (melawan Cagliari), kami akan bicara dan lihat saja apa yang terjadi,” lanjut Zanetti.

“Apakah kami akan mencopot ban kapten? Kami akan membicarakan soal itu nanti, tapi ini adalah sebuah masalah bukan hanya untuk Icardi, tapi semua orang yang jadi bagian klub. Perilaku harus sejalan dengan nilai-nilai sejarah Inter,” kata Zanetti, yang juga pernah lama menjadi kapten Inter.

Direktur Olahraga Inter, Piero Ausilio, mengungkapkan hal serupa. Menurut Ausilio, Inter akan membuat keputusan soal Icardi pada Senin (17/10).

“Pemikiran Zanetti adalah pemikiran klub secara keseluruhan. Semua orang harus fokus pada apa yang terjadi dalam pertandingan melawan Cagliari, tapi besok kami akan bicara dengan Icardi dan membuat keputusan,” katanya.

Inter baru saja kalah 1-2 dari Cagliari di kandang sendiri. Pada laga tersebut, Icardi gagal mengeksekusi hadiah penalti yang didapat Inter.

 

Share this:

Leave a Reply

262 More posts in LIGA ITALIA category
Recommended for you
Putuskan Kontraknya di Juventus, Dani Alves Segera Gabung Man City

TURIN - Dani Alves dipastikan tidak akan berseragam Juventus musim depan, setelah bek asal Brasil...