De Boer: Minimnya Periode Pramusim Penyebab Performa Buruk Inter

Share this:

MILAN – Pelatih Inter Milan, Frank de Boer, sedang berada dalam situasi yang sangat tidak nyaman. Performa buruk tim asuhannya membuat posisinya berada di ujung tanduk.

Namun tidak adil memang apabila semua kesalahan ditimpakan kepada De Boer seorang, dan pelatih berkebangsaan Belanda ini pun punya satu dasar kuat jika ditanya soal performa Nerazzurri yang belum juga membaik. Situasi ini disebut De Boer konsekuensi minimnya periode pramusim.

Inter terdampar di posisi ke-14 dengan 11 poin hingga pekan ke-9 Serie A 2016-2017. Nerazzurri baru meraih tiga kemenangan dan dua hasil imbang.

Pada laga terakhir, Inter takluk 1-2 dari Atalanta yang sebelumnya memiliki posisi di bawah mereka. Hasil ini melengkapi empat pertandingan Mauro Icardi dkk tanpa kemenangan di Serie A.

De Boer diangkat menjadi pelatih Inter menggantikan Roberto Mancini di awal musim ini. Namun pergantian pelatih itu bisa dibilang cukup terlambat karena baru terjadi pada awal Agustus, dengan kompetisi segera dimulai dalam waktu tiga pekan.

Idealnya pelatih baru datang di akhir Juni atau awal Juli. Dengan begitu mereka punya waktu untuk menyusun program pramusim yang sesuai kebutuhan, dan khususnya menerangkan ke skuat filosofi dan gaya bermain yang akan dipakai.

Praktis, pelatih asal Belanda itu hanya memiliki satu pertandingan pramusim menghadapi Celtic FC setelah laga kontra Borussia Monchengladbach dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk.

Maka ketika De Boer masuk ke Inter di waktu yang mepet dengan start musim, konsekuensinya dia tak punya banyak waktu mencoba-coba. Pada akhirnya pelatih asal Belanda itu harus mengambil risiko mencoba-coba di laga kompetitif untuk menemukan susunan dan permainan terbaik dari timnya.

“Ketika Anda punya lebih banyak pekan untuk bersiap menyambut musim, Anda bisa mencoba menemukan batasan dari tim dan bersiap untuk liga,” kata De Boer dikutip Football Italia.

“Yang seharusnya kami coba di ujicoba-ujicoba, kami sedang coba di laga-laga kompetitif. Sekarang kami menemukan problem-problem yang sebenarnya bakal kami temukan di pramusim.”

“Itu sangat sulit, masalah sesungguhnya adalah kami tidak memainkan banyak ujicoba. Inter ingin bermain dengan gaya yang lebih menyerang, tapi butuh waktu untuk menerapkan itu,” imbuhnya.

Dengan semua tantangan yang dihadapi De Boer, pada prosesnya Inter kepayahan. Dalam 12 pertandingan kompetitif, mereka cuma empat kali menang sementara kalah di enam kesempatan.

Masa depannya kini dispekulasikan, dengan eks pelatih Verona Andrea Mandorlini dikabarkan akan jadi pengganti. Tapi De Boer menegaskan bahwa semua pihak sejak awal sudah memahami konsekuensi ini, bahwa dirinya butuh waktu untuk menerapkan permainan yang diinginkan.

“Pada waktunya, saya bisa menemukan skuat sempurna untuk filosofi itu. Tapi untuk sekarang kami harus menerima situasinya dan bergerak ke depan selangkah demi selangkah, dan pada satu titik kepingan-kepingan puzzle akan tersusun,” sambung De Boer.

“Tidaklah mudah melakukan itu ketika liga sudah berjalan. Tapi saya menerima situasi ini di awal proyek dan klub serta pemilik sadar akan hal itu,” tandasnya.

Keterpurukan Inter ini pun telah membuat posisi De Boer sebagai pelatih tengah terancam. Kabarnya, mantan pelatih Ajax Amsterdam itu telah bertemu dengan petinggi klub untuk berdiskusi mengenai prestasi tim.

De Boer dikabarkan wajib meraih kemenangan meyakinkan atas Torino di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (26/10/2016). Jika gagal, bukan tidak mungkin surat pemecatan akan diterima pelatih berusia 46 tahun itu.

 

Share this:

Leave a Reply

262 More posts in LIGA ITALIA category
Recommended for you
Putuskan Kontraknya di Juventus, Dani Alves Segera Gabung Man City

TURIN - Dani Alves dipastikan tidak akan berseragam Juventus musim depan, setelah bek asal Brasil...